**BANGKA SELATAN** – Proyek rehabilitasi jaringan irigasi di Desa Rias, Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, dengan nilai pagu Rp43,08 miliar menjadi sorotan setelah sejumlah bagian dinding saluran dilaporkan mengalami keretakan meski pekerjaan belum rampung.
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai kualitas konstruksi, kompetensi tenaga kerja, serta kesesuaian bahan bangunan yang digunakan dalam proyek yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2026.
Berdasarkan pantauan awak media di lokasi pada Minggu (25/10/2026), ditemukan sejumlah bagian dinding saluran irigasi mengalami keretakan. Selain itu, terdapat bagian yang dilaporkan berlubang dan telah ditutup menggunakan lapisan acian semen.

Temuan tersebut mendorong perlunya pemeriksaan menyeluruh terhadap mutu pekerjaan, termasuk verifikasi dokumen Sertifikat Kompetensi Kerja (SKK) tenaga kerja konstruksi serta pengujian material sesuai spesifikasi teknis yang dipersyaratkan.
Proyek dengan nilai pagu Rp43.086.980.000 tersebut dilaksanakan oleh PT Graha Anugerah Lestari selaku kontraktor pelaksana. Sementara itu, konsultan supervisi adalah PT Geodinamik Konsultan KSO bersama PT Jasa Perencana Nusantara.

Pekerjaan ini menggunakan nomor kontrak HK.02.01/02/KONST/E-PUR/BWS.4.7.1/2026 dengan masa pelaksanaan selama 270 hari kalender sejak 30 Maret 2026.
Dengan anggaran puluhan miliar rupiah, proyek ini diharapkan mampu mendukung kebutuhan air pertanian dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat, khususnya petani di Desa Rias.
## SKK Tenaga Kerja Konstruksi Perlu Diklarifikasi
Salah satu aspek yang perlu mendapat penjelasan adalah pemenuhan persyaratan kompetensi tenaga kerja konstruksi yang terlibat dalam pelaksanaan proyek.
Sertifikat Kompetensi Kerja (SKK) Konstruksi merupakan bukti pengakuan kompetensi tenaga kerja sesuai klasifikasi dan kualifikasi yang dipersyaratkan. Untuk posisi tertentu, pemenuhan persyaratan kompetensi harus mengacu pada ketentuan yang berlaku dan dokumen kontrak.
Karena itu, PT Graha Anugerah Lestari perlu memberikan penjelasan mengenai personel teknis yang bertugas di lapangan, termasuk tenaga pelaksana dan penanggung jawab pekerjaan yang diwajibkan memenuhi persyaratan kompetensi.
Sejumlah hal perlu diklarifikasi: apakah personel yang dipersyaratkan telah memiliki SKK sesuai jabatan dan bidang pekerjaannya? Apakah personel yang tercantum dalam dokumen penawaran benar-benar menjalankan tugas di lapangan? Bagaimana pengawasan terhadap proses pengerjaan dinding saluran dilakukan?
Pertanyaan tersebut bukan merupakan tuduhan bahwa kontraktor tidak memenuhi persyaratan. Verifikasi dokumen diperlukan untuk memastikan bahwa pelaksanaan proyek sesuai ketentuan yang berlaku.
## Mutu Bahan Bangunan Menjadi Perhatian
Selain kompetensi tenaga kerja, kualitas material yang digunakan juga perlu menjadi bagian dari evaluasi.
Keretakan dinding saluran tidak dapat langsung dijadikan bukti bahwa bahan bangunan yang digunakan tidak memenuhi standar. Secara teknis, keretakan dapat dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari komposisi campuran, proses pengerjaan dan perawatan, kondisi sambungan, pergerakan tanah, hingga faktor desain dan pelaksanaan lainnya.
Oleh sebab itu, pemeriksaan teknis diperlukan untuk mengetahui penyebab keretakan dan memastikan kesesuaian pekerjaan dengan spesifikasi yang telah ditetapkan.
Beberapa aspek yang perlu diperiksa antara lain:
– **Mutu beton dan mortar:** kesesuaian komposisi campuran dan kekuatan terhadap spesifikasi teknis.
– **Bahan bangunan:** kualitas semen, pasir, agregat, batu, dan material lain yang digunakan sesuai kebutuhan pekerjaan.
– **Metode pelaksanaan:** kesesuaian proses pencampuran, pengecoran atau pemasangan, serta perawatan material dengan metode kerja yang disyaratkan.
– **Dokumen pengujian:** ketersediaan hasil uji material dan catatan pengendalian mutu.
– **Penanganan keretakan:** pemeriksaan terhadap bagian yang ditutup dengan acian semen untuk memastikan penyebab kerusakan dan metode perbaikannya.
Pemeriksaan tersebut penting agar penanganan kerusakan tidak hanya berorientasi pada tampilan permukaan, tetapi juga mempertimbangkan kondisi konstruksi secara keseluruhan.
## BWS Babel dan Konsultan Supervisi Diminta Memberikan Penjelasan
BWS Bangka Belitung diharapkan memastikan pekerjaan dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis, dokumen kontrak, dan persyaratan mutu yang berlaku.
Konsultan supervisi juga perlu menjelaskan pelaksanaan pengawasan di lapangan, termasuk pemeriksaan material, pemantauan tahapan pekerjaan, serta tindak lanjut terhadap bagian saluran yang mengalami keretakan.
Sementara itu, kontraktor pelaksana diharapkan memberikan klarifikasi mengenai personel teknis yang bertugas, pemenuhan persyaratan SKK sesuai posisi yang diwajibkan, sumber material, serta dokumen pengujian mutu yang relevan.
Apabila hasil pemeriksaan menemukan ketidaksesuaian, perbaikan perlu dilakukan berdasarkan evaluasi teknis dan mekanisme yang diatur dalam kontrak.
Jika ditemukan indikasi pelanggaran yang berpotensi menimbulkan kerugian negara, penanganannya harus mengacu pada bukti yang memadai dan ketentuan hukum yang berlaku.
Namun, hingga pemeriksaan dilakukan, keretakan yang terlihat belum dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan adanya pelanggaran hukum, penggunaan material di bawah standar, maupun ketidakpemilikan sertifikat kompetensi oleh tenaga kerja.
## Petani Berharap Irigasi Berkualitas dan Tahan Lama
Pembangunan jaringan irigasi di Desa Rias diharapkan memberikan manfaat nyata bagi sektor pertanian. Infrastruktur yang berkualitas dibutuhkan untuk mendukung kebutuhan air dan menjaga keberlangsungan aktivitas petani.
Karena itu, penyelesaian proyek tidak semestinya hanya berorientasi pada pencapaian progres fisik. Mutu konstruksi, kompetensi personel, kesesuaian material, dan ketahanan bangunan juga harus menjadi perhatian.
Transparansi dari pihak pelaksana, konsultan supervisi, dan instansi terkait diperlukan agar masyarakat memperoleh gambaran yang jelas mengenai kondisi pekerjaan dan langkah penanganannya.
Hingga berita ini disusun, klarifikasi resmi dari BWS Bangka Belitung, PT Graha Anugerah Lestari, serta PT Geodinamik Konsultan KSO bersama PT Jasa Perencana Nusantara masih diperlukan untuk memastikan pemenuhan persyaratan kompetensi tenaga kerja, mutu material, dan hasil pengawasan proyek.
**Publik kini menantikan pemeriksaan yang transparan untuk menjawab apakah pekerjaan telah memenuhi spesifikasi teknis dan persyaratan kontrak. Anggaran negara sebesar Rp43 miliar harus dipertanggungjawabkan melalui pembangunan infrastruktur yang berkualitas, aman, dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.**
**Penulis: Dimas Aan Permadi**
**KBO Babel**





Leave a Reply